1 ISD
sebagai salah satu MKDU
Pengertian ISD
Ilmu sosial dasar ( ISD ) adalah ilmu pengetahuan
yang menelaah masalah – masalah social yang timbul dan berkembang, khususnya
yang diwujudkan oleh warga Indonesia dengan menggunakan pengertian-pengertian
(fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian
dalam lapangan ilmu-ilmu social. pengetahuan yg menelaah masalah2 sosial,
khususnya masalah – masalah yg diwujudkan oleh masyarakat Indonesia,
dengan menggunakan Teori – teori yg berasal dari berbagai bidang
pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu – ilmu sosial (seperti
Geografi Sosial, Sosiologi, Antropologi Sosial, Ilmu Politik, Ekonomi, Psikologi
Sosial dan Sejarah).
·
Tujuan ISD
ISD membantu perkembangan wawasan penalaran dan
kepribadian mahasiswa agar memperoleh wawasan yg lebih luas dan
ciri – ciri kepribadian yg diharapkan dari sikap mahasiswa, khususnya
berkenaan dengan sikap dan tingkah laku manusia dlm menghadapi manusia lain,
serta sikap dan tingkah laku manusia – manusia lain terhadap manusia
yg bersangkutan secara timbal
balik. ISD juga merupakan suatu usaha yang dapat
diharapkan memberikan pengetahuan umum dan pengetahuan dasar tentang konsep2 yg
dikembangkan untuk melengkapi gejala – gejala sosial agar daya
tanggap (tanggap nilai), persepsi dan penalaran mahasiswa dalam menghadapi
lingkungan sosial dapat ditingkatkan, sehingga kepekaan mahasiswa pada
lingkungan sosialnya menjadi lebih besar.
·
Hubungan ISD dengan IPS
Ilmu Sosial Dasar (ISD) dan Ilmu Pengetahuan Sosial
(IPS) kedua-duanya mempunyai persamaan dan perbedaan. Adapun persamaan antara
keduanya adalah : Kedua-duanya merupakan bahan studi untuk kepentingan program
pendidikan/pengajaran. Keduanya bukan disiplin ilmu yang berdiri
sendiri. Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari
kenyataan sosial dan masalah sosial. Adapun perbedaan antara keduanya adalah :
Ilmu Sosial Dasar diberikan di Perguruan Tinggi, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial
diberikan di Sekolah Dasar dan Sekolah Lanjutan. Ilmu Sosial Dasar merupakan
satu matakuliah tunggal, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial merupakan kelompok dari
sejumlah mata pelajaran (untuk sekolah lanjutan). Ilmu Sosial Dasar diarahkan
kepada pembentukan sikap dan kepribadian, sedang Ilmu Pengetahuan Sosial
diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual. Bahan
pembelajaran ISD.
·
kelompok ilmu pengetahuan
Berdasarkan sumber ilmu filsafat yang di anggap
sebagai ibu dari ilmu maka ilmu pengetahuan di kelompokkan menjadi 3
(tiga) yaitu :
Ilmu Pengetahuan Alam (natural science).
Ilmu-ilmu alamiah bertujuan mengetahui keteraturan-keteraturan yang terdapat
dalam alam semesta. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah. Caranya
ialah dengan menentukan hukum yang berlaku mengenai keteraturan-keteraturan
itu, lalu dibuat analisis untuk menentukan suatu kualitas. Istilah yang
digunakan yang merujuk pada rumpun ilmu dimana obyeknya adalah benda-benda alam
dengan hukum-hukum yang pasti dan umum, berlaku kapan pun dimana pun. sedangkan
dari sisi Ilmu Alamiah Dasar adalah mempelajari tentang metode – metode ilmu
kealaman dalam menjelaskan gejala – gejala alam secara lebih filosofis.
Ilmu Pengetahuan Sosial (social science).
ilmu-ilmu sosial bertujuan untuk mengkaji keteraturan-keteraturan yang terdapat
dalam hubungan antara manusia. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode ilmiah
sebagai pinjaman dari ilmu-ilmu alamiah.
Pengetahuan budaya (the
humanities) bertujuan untuk memahami dan mencari arti kenyataan-kenyataan
yang bersifat manusiawi. Untuk mengkaji hal ini digunakan metode pengungkapan
peristiwa-peristiwa dan kenyataan-kenyataan yang bersifat unik, kemudian diberi
arti. ilmu-ilmu pengetahuan yang dianggap bertujuan membuat manusia lebih manusiawi,
dalam arti membuat manusia lebih berbudaya. Kategori yang tergolong dalam ilmu
ini seperti (Teologi, Filsafat,H ukum, Sejarah, Filologi, Bahasa, Budaya &
Linguistik (Kajian bahasa), Kesusastraan, Kesenian, Psikologi). Sedangkan Ilmu
Budaya Dasar adalah suatu ilmu yang mempelajari dasar dasar kebudayaan pola
yang terjadi dalah kehidupan sehari – hari dalam manusia.
·
PERSAMAAN DAN PERBEDAAN ISD DENGAN IPS
Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial mempunyai persamaan dan perbedaan adapun persamaan dan perbedaan yang dimiliki adalah sebagai berikut :
Ilmu sosial dasar dan ilmu pengetahuan sosial mempunyai persamaan dan perbedaan adapun persamaan dan perbedaan yang dimiliki adalah sebagai berikut :
·
persamaan :
pembelajaran untuk mahasiswa
bukan ilmu yang datang sendiri
keduanya mempunyai konflik sosial dan pemecahanya
·
perbedaan :
ilmu sosial dasar diberikan pada perguruan tinggi
ilmu sosial dasar merupakan mata kuliah tunggal
sedangkan IPS merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
ilmu sosial dasar diarahkan kepada pembentukan sikap
dan kepribadian
·
golongan bahan pelajaran ISD yaitu
Nilai yang menjadikan sebuah masalah masyarakat yang
dijadikan sebagai keperhatinan publik yang harus segera diselesaikan karena apa
bila, kita tidak segera menyelesaikan sebuah masalah itu maka, keributan dan
tercemarlah masalah itu ke wilayah masyarakat yang belum pernah menghadapi
masalah seperti itu maka sudah rusaknya lingkungan tersebut.
Menangani sebuah permasalahan yang timbul akibat
disengajakan atau tidak disengajakan, dikarenakan kita harus bisa mempelajari
masalah tersebut agar tidak timbul masalah yang sama dan mempunyai dampak efek
yang berbeda dari setiap masalah yang timbul
Sesuatu yang keterkaitannya dengan masalah
yang berhubungan dengan yang satu dengan yang lainnya, merupakan obyek yang
tidak mudah dalam mencari sumber masalahnya apa bila semuanya ikut keterkaitan
dalam masalahnya.
SUMBER : http://budi33irawan.blogspot.com/2014/10/softskill-ilmu-sosial-dasar-1.html
Penduduk,
Masyarakat, dan kebudayaan
PERTUMBUHAN PENDUDUK
Tabel Perkembangan penduduk dunia
Perkembangan penduduk dunia tahun 1830 – 2006
|
Tahun
|
Jumlah penduduk
|
Perkembangan pertahun
|
|
1830
|
1 milyard
|
–
|
|
1930
|
2 milyard
|
1%
|
|
1960
|
3 milyard
|
1,7%
|
|
1975
|
4 milyard
|
2,2%
|
|
1987
|
5 milyard
|
2%
|
|
1996
|
6 milyard
|
2%
|
|
2006
|
7 milyard
|
2%
|
Sumber : Iskandar , Does Sampurno Masalah
Pertambahan Penduduk di Indonesia
Bisa kita lihat rata – rata setiap negera penduduknya
bisa bertambah hingga 2x lipatnya. Lalu perkembangan penduduk dunianya
bertambah hingga 3x lipatnya. Itu berarti penduduk dunia sangat pesat
pertumbuhannya.
Tabel Pengandaan Penduduk Dunia
|
Tahun penggandaan
|
Perkiraan penduduk dunia
|
Waktu
|
|
800 SM
|
5 juta
|
–
|
|
1650 tahun
|
500 juta
|
1500
|
|
1830 tahun
|
1 milyard
|
180
|
|
1930 tahun
|
2 milyard
|
100
|
|
1975 tahun
|
4 milyard
|
45
|
Sumber : Ehrlich, Paul, R, et al, Human Ecology W.H.
Freeman and Co San Fransisco.
Menggunakan interpolasi linear dari perkiraan
UNDESA, populasi dunia telah meningkat dua kali lipat atau akan dua kali lipat
dalam tahun-tahun berikutnya (dengan dua titik tolak yang berbeda). Perhatikan
bagaimana, selama 2 milenium, menggandakan masing-masing mengambil kira-kira
setengah selama dua kali lipat sebelumnya, pas model pertumbuhan hiperbolik
disebutkan di atas. Namun, tidak mungkin bahwa akan ada penggandaan lain dalam
abad ini.
Faktor-Faktor Demografi yang Mempengaruhi
Pertambahan Penduduk
Kematian
Kematian adalah hilangnya tanda-tanda kehidupan manusia secara permanen.
Kematian bersifat mengurangi jumlah penduduk dan untuk menghitung besarnya
angka kematian caranya hampir sama dengan perhitungan angka kelahiran.
Banyaknya kematian sangat dipengaruhi oleh faktor pendukung kematian dan
faktor penghambat kematian .
Kelahiran
Kelahiran bersifat menambah jumlah penduduk. Ada beberapa faktor yang
menghambat kelahiran dan yang mendukung kelahiran
Imigrasi apabila setiap penduduk pindah ke kota dan
mereka menjadikan ktp menjadi dua maka akan sulit apabila di data tidak akan
terpenuhi akan sulit mendata penduduk dengan data pasti
Rumus Tingkat Kematian Kasar
CDR = D/P x K
Ket :
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
CDR = Crude Death Rate (Angka Kematian Kasar).
D = Jumlah kematian (death) pada tahun tertentu
P = Jumlah penduduk pada pertengahan tahun tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Rumus Tingkat Kematian Khusus
ASDRx = Dx/Px x K
Ket :
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
ASDRx = Angka Kematian khusus umur tertentu (x)
Dx = Jumlah Kematian pada umur tertentu selama satu tahun
Px = Jumlah Penduduk pada umur tertentu
K = Bilangan konstan 1000
Angka Kelahiran
Angka kelahiran adalah angka yang menunjukkan bayi
yang lahir dari setiap 1000 penduduk per tahun. Angka kelahiran bayi dapat
dibagi menjadi tiga kriteria, yaitu:
Angka kelahiran dikatakan tinggi jika angka
kelahiran > 30 per tahun.
Angka kelahiran dikatakan sedang jika angka
kelahiran 20-30 per tahun.
Angka kelahiran dikatakan rendah jika angka
kelahiran < 20 per tahun.
Pengertian dan Akibat Migrasi
Secara umum Migrasi adalah perpindahan penduduk
dengan tujuan untuk menetap dari suatu tempat ke tempat lain melewati batas
administratif (migrasi internal) atau batas politik/negara (migrasi
internasional). Dengan kata lain, migrasi diartikan sebagai perpindahan yang
relatif permanen dari suatu daerah (negara) ke daerah (negara) lain.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Ada dua dimensi penting dalam penalaahan migrasi, yaitu dimensi ruang/daerah (spasial) dan dimensi waktu.
Tinjauan migrasi secara regional sangat penting
dilakukan terutama terkait dengan kepadatan dan distribusi penduduk yang tidak
merata.Migrasi salah satu dari tiga komponen dasar dalam demografi, Migrasi
bersama dengan dua komponen lainnya, kelahiran dan kematian, mempengaruhi
dinamika kependudukan di suatu wilayah.
Berikut ini adalah akibat yang muncul dari migrasi :
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Ekonomi
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
Dampak kepadatan penduduk terhadap ekonomi adalah pendapatan per kapita berkurang sehingga daya beli masyarakat menurun. Hal ini juga menyebabkan kemampuan menabung masyarakat menurun sehingga dana untuk pembangunan negara berkurang. Ak ibatnya, lapangan kerja menjadi berkurang dan pengangguran makin meningkat.
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Bidang Sosial
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Jika lapangan pekerjaan berkurang, maka pengangguran akan men ingkat. Hal ini akan meningkatkan kejahatan. Selain itu, terjadinya urbanisasi atau perpindahan penduduk dari desa ke kota untuk mendapatkan pekerjaan yang layak makin meningkatkan penduduk kota. Hal ini berdampak pada lingkungan dan kesehatan masyarakat.
Pengaruh Kepadatan Penduduk terhadap Lingkungan
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:
Jumlah penduduk yang makin meningkat menyebabkan kebutuhannya makin meningkat pula. Hal ini berdampak negatif pada lingkungan, yaitu:
Pencemaran Lingkungan
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
Pencemaran atau polusi adalah penambahan segala substansi ke lingkungan akibat aktivitas manusia.
Macam-Macam Migrasi dan Proses Migrasi
Berikut adalah macam-macam migrasi :
Emigrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu
negara ke negara lain.
Imigrasi adalah masuknya penduduk ke dalam suatu
daerah negara
tertentu.
tertentu.
Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke
kota.
Transmigrasi adalah perpindahan penduduk antarpulau
dalam suatu negara.
Remigrasi adalah kembalinya penduduk ke negara asal
setelah beberapa lama berada di negara orang lain.
Proses Migrasi Penduduk dari Asal ke Daerah Tujuan :
Dalam memilih daerah tujuan para imigran cenderung
memilih daerah yang terdekat dengan daerah asal
Kurangnya kesempatan kerja didaerah asal dan adanya
kesempatan kerja didaerah tujuan merupakan salah satu alasan seseorang
melakukan mobilitas penduduk
Informasi yang positif dari sanak saudara, kerabat
tentang daerah tujuan, merupakan sumber informasi yang penting dalam
pengambilan keputusan seseorang untuk berimigrasi
Informasi yang negatif yang dating ari daerah
tujuan, menyebabkan orang enggan untuk berimigrasi
Makin besar pengaruh daerah perkotaan terhadap
seseorang, makin tinggi frekuensi mobilitas orang tersebut
Makin tinggi pendapatan seseorang, makin tinggi
frekuensi mobilitas orang tersebut
Seseorang akan memilih daerah tujuan dimana terdapat
sanak saudara atau kenalan yang berada didaerah tersebut
Migrasi masih akan terjadi apabila di suatu daerah
ada bencana alam (banjir, gempa bumi dll)
Orang yang berumur muda dan belum berumah tangga
lebih banyak mengadakan mobilitas daripada orang yang sudah berusia lanjut dan
berstatus kawin
Makin tinggi pendidikan seseorang, makin banyak
melaksanakan mobilitas penduduk
Jenis Struktur Penduduk
Jumlah Penduduk : Urbanisasi, Reurbanisasi,
Emigrasi, Imigrasi, Remigrasi, Transmigrasi.
Persebaran Penduduk : Kepadatan penduduk adalah
jumlah penduduk disuatu wilayah dibandingkan dengan luas wilayahnya yang
dihitung jiwa per km kuadrat.
Komposisi Penduduk : Merupakan sebuah mata statistik
dari statistik kependudukan yang membagi dan membahas masalah kependudukan dari
segi umur dan jenis kelamin.
Bentuk Piramida Penduduk
Piramida penduduk muda berbentuk limas
Piramida ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda
lebih besar dibanding usia dewasa. Jumlah angka kelahiran lebih besar
daripada jumlah kematian. Contoh Negara : India, Brazilia, Indonesia.
Piramida penduduk stasioner atau tetap berbentuk
granat
Bentuk ini menggambarkan jumlah penduduk usia muda
seimbang dengan usia dewasa. Tingkat kematian rendah dan tingkat kelahiran
tidak begitu tinggi. Contoh Negara : Swedia, Belanda, Skandinavia.
Piramida penduduk tua berbentuk batu nisan
Piramida bentuk ini menunjukkan jumlah penduduk usia
muda lebih sedikit bila dibandingkan dengan usia dewasa. Jika angka
kelahiran jenis pria besar, maka suatu negara bisa kekurangan
penduduk. Contoh Negara : Jerman, Inggris, Belgia, Prancis.
Pengertian Rasio Ketergantungan
Rasio Ketergantungan adalah perbandingan antara
jumlah penduduk berumur 0-14 tahun, ditambah dengan jumlah penduduk 65 tahun
keatas dibandingkan dengan jumlah penduduk usia 15-64 tahun. Rasio
ketergantungan dapat dilihat menurut usia yakni Rasio Ketergantungan Muda dan
Rasio Ketergantungan Tua. Rasio ketergantungan dapat digunakan sebagai
indikator yang secara kasar dapat menunjukkan keadaan ekonomi suatu negara
apakah tergolong negara maju atau negara yang sedang berkembang. Semakin
tingginya persentase rasio ketergantungan menunjukkan semakin tingginya beban
yang harus ditanggung penduduk yang produktif untuk membiayai hidup penduduk
yang belum produktif dan tidak produktif lagi.
KEBUDAYAAN DAN KEPRIBADIAN
Pertumbuhan dan Perkembangan Kebudayaan di Indonesia
Zaman Batu Tua (Palaeolithikum)
Alat-alat batu pada zaman batu tua, baik bentuk
ataupun permukaan peralatan masih kasar, misalnya kapak genggam Kapak genggam
semacam itu kita kenal dari wilayah Eropa, Afrika, Asia Tengah, sampai
Punsjab(India), tapi kapak genggam semacam ini tidak kita temukan di daerah
Asia Tenggara
Berdasarkan penelitian para ahli prehistori, bangsa-bangsa
Proto-Austronesia pembawa kebudayaan Neolithikum berupa kapak batu besar
ataupun kecil bersegi-segi berasal dari Cina Selatan, menyebar ke arah selatan,
ke hilir sungai-sungai besar sampai ke semenanjung Malaka Lalu menyebar ke
Sumatera, Jawa. Kalimantan Barat, Nusa Tenggara, sampai ke Flores, dan
Sulawesi, dan berlanjut ke Filipina.
Zaman Batu Muda (Neolithikum)
Manusia pada zaman batu muda telah mengenal dan
memiliki kepandaian untuk mencairkan/melebur logam dari biji besi dan
menuangkan ke dalam cetakan dan mendinginkannya. Oleh karena itulah mereka
mampu membuat senjata untuk mempertahankan diri dan untuk berburu serta membuat
alat-alat lain yang mereka perlukan.
Ciri – ciri zaman batu muda :
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
1. Mulai menetap dan membuat rumah
2. Membentuk kelompok masyarakat desa
3. Bertani
4. Berternak untuk memenuhi kebutuhan hidup
Bangsa-bangsa Proto-austronesia yang masuk dari
Semenanjung Indo-China ke Indonesia itu membawa kebudayaan Dongson, dan
menyebar di Indonesia. Materi dari kebudayaan Dongson berupa senjata-senjata
tajam dan kapak berbentuk sepatu yang terbuat dari bahan perunggu.
Kebudayaan Hindu, Budha, dan Islam
Kebudayaan Hindu, Budha
Pada abad ke-3 dan ke-4 agama hindu mulai masuk ke
Indonesia di Pulau Jawa. Perpaduan atau akulturasi antara kebudayaan setempat
dengan kebudayaan. Sekitar abad ke 5 ajaran Budha masuk ke indonesia, khususnya
ke Pulau Jawa. Agama Budha dapat dikatakan berpandangan lebih maju dibandingkan
Hinduisme,sebab budhisme tidak menghendaki adanya kasta-kasta dalam masysrakat.
Walaupun demikian, kedua agama itu di Indonesia, khususnya di Pulau Jawa tumbuh
dan berdampingan secara damai. Baik penganut hinduisme maupun budhisme
masng-masing menghasilkan karya- karya budaya yang bernilai tinggi dalam seni
bangunan, arsitektur, seni pahat, seni ukir, maupun seni sastra, seperti
tercermin dalam bangunan, relief yang diabadikan dalam candi-candi di Jawa
Tengah maupun di Jawa Timur diantaranya yaitu Borobudur, Mendut, Prambanan,
Kalasan, Badut, Kidal, Jago, Singosari, dll.
Kebudayaan Islam
Abad ke 15 da 16 agama islam telah dikembangkan di
Indonesia, oleh para pemuka-pemuka islam yang disebut Walisongo. Titik
penyebaran agama Islam pada abad itu terletak di Pulau Jawa. Sebenarnya agama
Islam masuk ke Indonesia, khususnya di Pulau Jawa sebelum abad ke 11 sudah ada
wanita islam yang meninggal dan dimakamkan di Kota Gresik. Masuknya agama Islam
ke Indonesia berlangsung secara damai. Hal ini di karena masuknya Islam ke
Indonesia tidak secara paksa.
Abad ke 15 ketika kejayaan maritim Majapahit mulai
surut , berkembanglah negara-negara pantai yang dapat merongrong kekuasaan dan
kewibawaan majapahit yang berpusat pemerintahan di pedalaman. Negara- negara
yang dimaksud adalah Negara malaka di Semenanjung Malaka,Negara Aceh di ujung
Sumatera, Negara Banten di Jawa Barat, Negara Demak di Pesisir Utara Jawa
Tengah, Negara Goa di Sulawesi Selatan . Dalam proses perkembangan
negara-negara tersebut yang dikendalikan oleh pedagang. Pedagang kaya dan
golongan bangsawan kota- kota pelabuhan, nampaknya telah terpengaruh dan
menganut agama Islam. Daerah-daerah yang belum tepengaruh oleh kebudayaan
Hindu, agama Islam mempunyai pengaruh yang mendalam dalam kehidupan penduduk.
Di daerah yang bersangkutan. Misalnya Aceh, Banten, Sulawesi Selatan, Sumatera
Timur, Sumatera Barat, dan Pesisr Kalimantan.
Kebudayaan Barat
Unsur kebudayaan barat juga memberi warna terhadap
corak lain dari kebudayaan dan kepribadian bangsa Indonesia adalah kebudayaan
Barat. Masuknya budaya Barat ke Negara Republik Indonesia ketika kaum
kolonialis atau penjajah masuk ke Indonesia, terutama bangsa Belanda.
Penguasaan dan kekuasaan perusahaan dagang Belanda (VOC) dan berlanjut dengan
pemerintahan kolonialis Belanda, di kota-kota propinsi, kabupaten muncul
bangunan-bangunan dengan bergaya arsitektur Barat. Dalam waktu yang sama,
dikota-kota pusat pemarintahan, terutama di Jawa, Sulawesi Utara, dan Maluku
berkembang dua lapisan sosial ; Lapisan sosial yang terdiri dari kaum buruh,
dan kaum pegawai.
Sehubungan dengan itu penjelasan UUD’45 memberikan
rumusan tentang kebudayaan memberikan rumusan tentang kebudayaaan bangsa
Indonesia adalah: kebudayaan yang timbul sebagai buah usaha budi rakyat
Indonesia seluruhnya, termasuk kebudayaan lama dan asli yang ada sebagai puncak
kebudayaan di daerah-daerah di seluruh Indonesia. Dalam penjelasan UUD’45
ditujukan ke arah mana kebudayaan itu diarahkan, yaitu menuju kearah kemajuan
budaya dan persatuan, dengan tidak menolak bahan baru kebudayaan asing yang
dapat mengembangkan kebudayaan bangsa sendiri serta mempertinggi derajat
kemanusiaan bangsa Indonesia
Sumber :
2. INDIVIDU, KELUARGA,
DAN MASYARAKAT
INDIVIDU
Individu didefinisikan
sebagai seorang manusia yang tidak hanya memiliki peranan khas di dalam lingkungan
sosialnya, tetapi juga mempunyai kepribadian serta pola tingkah laku dirinya
yang spesifik. Terdapat 3 aspek yang melekat sebagai persepsi terhadap
individu, yaitu aspek organik-jasmaniah, aspek psikis-rohaniah, dan aspek
sosial, yang apabila terjadi kegoncangan pada salah satu aspek akan membawa
akibat pada aspek yang lainnya.
Individu merupakan unit terkecil
pembentuk masyarakat. Dalam ilmu sosial, individu berarti juga
bagian terkecil dari kelompok masyarakat yang tidak dapat dipisah
lagi menjadi bagian yang lebih kecil. Sebagai contoh,
suatu keluarga terdiri dari ayah, ibu,
dan anak. Ayah merupakan individu dalam kelompok sosial tersebut,
yang sudah tidak dapat dibagi lagi ke dalam satuan yang lebih kecil.
Pada dasarnya, setiap individu memiliki ciri-ciri
yang berbeda. Individu yang saling bergabung akan membentuk kelompok atau
masyarakat. Individu tersebut akan memiliki karakteristik yang
sama dengan kelompok dimana dirinya bergabung.
Kata “ individu”
berasal dari Bahasa Latin, yaitu individuum, berarti “yang tak
terbagi”, yang merupakan suatu sebutan yang dapat dipakai untuk menyatakan
suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Dengan kata lain, individu bukan
berarti manusia sebagai suatu keseluruhan yang tak dapat dibagi, melainkan sebagai
kesatuan yang terbatas, yaitu sebagai manusia perorangan.
A.Pertumbuhan Individu
Pertumbuhan individu
yang wajar dan normal harus melalui proses perkembangan lahir dan batin yang
seimbang di antara keduanya, dimana perkembangan yang dimaksud merujuk pada
perubahan-perubahan yang terjadi menuju ke arah yang lebih dewasa dan maju,
baik jiwa maupun raganya.
Menurut beberapa
sumber yang ada, hingga saat ini terdapat 3 aliran konsep pertumbuhan individu
yang dianut oleh para ahli dari berbagai belahan dunia, yaitu:
1. Aliran
Asosiasi
Pertumbuhan merupakan
suatu proses asosiasi, yaitu terjadinya perubahan pada individu secara bertahap
dikarenakan adanya pengaruh, baik dari pengalaman luar melalui panca indera
yang menimbulkan sensasi-sensasi maupun pengalaman dalam mengenal batin sendiri
yang menimbulkan refleksi-refleksi.
2. Aliran
Psikologi Gestalt
Pertumbuhan adalah
proses diferensiasi, yaitu proses perubahan secara perlahan-lahan pada manusia
dalam mengenal sesuatu. Pertama-tama mengenal secara keseluruhan, baru kemudian
mengenal bagian demi bagian dari lingkungan yang ada.
3. Aliran
Sosiologi
Pertumbuhan merupakan
proses perubahan dari sifat mula-mula yang asosial dan sosial yang kemudian
tahap demi tahap disosialisasikan.
·
Faktor-Faktor Pengaruh Pertumbuhan Individu
Berikut beberapa
faktor yang dapat mempengaruhi pertumbuhan individu menurut beberapa pemahaman
yang ada:
Menurut Paham
Nativistik, pertumbuhan individu semata-mata ditentukan oleh faktor-faktor
yang dibawa sejak lahir.
Menurut Paham
Empiristik dan Envinronmentalistik, pertumbuhan individu
semata-mata tergantung kepada lingkungan sedangkan dasar (faktor bawaan lahir)
tidak berperanan sama sekali.
Menurut Paham
Konvergensi dan Interaksionisme, interaksi antara dasar
dan lingkungan dapat menentukan pertumbuhan individu.
Beberapa
paham lainnya menyebutkan bahwa pertumbuhan individu semata-mata ditentukan
oleh kondisi psikologi individu itu sendiri.
·
Tugas Dasar Individu
Individu pada dasarnya
memiliki tugas terhadap dirinya sendiri, antara lain:
Menuntut
ilmu pengetahuan, merekayasa teknologi serta memanfaatkannya untuk kemakmuran
dan kesejahteraan. Kesadaran tersebut mendorongnya untuk terus belajar.
Proses belajar berarti proses perubahan sikap dan perilaku dengan mendapatkan
pengalaman dan pelatihan.
Menghiasi
diri dengan budi pekerti yang baik serta akhlak yang terpuji, dimana setiap
tindakan dan perbuatan yang dilakukan selalu bercermin pada keindahan dan
keelokan budi pekerti sehingga akan tercipta kesejukan dalam kehidupan.
·
KELUARGA
Keluarga berasal dari
bahasa Sansekerta "kulawarga". Kata kula berarti
"ras" dan wargayang berarti
"anggota". Keluarga adalah lingkungan di mana terdapat beberapa
orang yang masih memiliki hubungan darah.
Keluarga sebagai kelompok sosial terdiri dari sejumlah individu,
memiliki hubungan antar individu, terdapat ikatan, kewajiban, tanggung jawab di
antara individu tersebut.
Pengertian :
Keluarga adalah unit terkecil dari
masyarakat yang terdiri atas kepala keluarga dan beberapa orang yang terkumpul
dan tinggal di suatu tempat di bawah suatu atap dalam keadaan saling
ketergantungan.
Secara umum dapat
dikatakan bahwa keluarga merupakan sekelompok orang yang saling terikat satu
sama lain karena adanya hubungan darah dan perkawinan, yang terdiri dari:
Keluarga
inti/batih (nuclear family), yaitu keluarga yang terdiri dari ayah, ibu dan
anak.
Keluarga
tua (extended family), yaitu keluarga kekerabatan yang terdiri dari beberapa
keluarga inti/batih yang saling terikat oleh hubungan orang tua anak atau
saudara sekandung , yang tinggal bersama di suatu tempat yang besar.
Keluarga
individu, yaitu keluarga yang dapat disebut pula dengan keluarga inti/batih
yang belum lengkap dikarenakan keluarga ini hanya terdiri dari individu
keturunan saja yang belum melakukan pernikahan.
·
Fungsi Keluarga
Secara umum fungsi
keluarga meliputi:
1. Pengaturan
Seksual
Dapat dibayangkan
apabila tidak ada keluarga maka akan terjadi seks bebas yang diakibatkan tidak
adanya pengaturan seksual. Oleh karena itu, disinilah fungsi keluarga muncul
untuk mengatur seksual yang tidak dapat dikontrol sehingga tidak ada lagi
kelahiran di luar nikah.
2. Reproduksi
Keluarga berfungsi
untuk membentuk keturunan. Banyak yang berpandangan bahwa banyak anak akan
menambah beban hidup, namun tidak sedikit pula yang mengharapkan banyak anak
untuk jaminan bagi orang tua di masa depan.
3. Sosialisasi
Sebelum bersosialisasi
dalam kehidupan bermasyarakat yang ruang lingkupnya lebih luas, perlu halnya
kita bersosialisasi terlebih dahulu dalam keluarga agar terbentuk kepribadian
yang mantap, serta sikap, perilaku, dan tanggapan emosi yang baik dan
terkontrol, sehingga ketika bermasyarakat dapat diterima dengan baik.
4. Kontrol
Sosial
Fungsi lain dari
keluarga yaitu memberikan pembekalan berupa suatu sistem nilai kepada individu
pada masa pertumbuhan menjadi dewasa sebagai semacam tuntunan untuk mengarahkan
aktivitasnya dalam masyarakat yang berfungsi pula sebagai tujuan akhir
pengembangan kepribadiannya.
·
MASYARAKAT
Masyarakat (sebagai
terjemahan istilah society)
adalah sekelompok orang yang membentuk
sebuah sistem semi tertutup
(atau semi terbuka), dimana sebagian besar interaksi adalah antara
individu-individu yang berada dalam kelompok tersebut. Kata
"masyarakat" sendiri berakar dari kata dalam bahasa Arab, musyarak.
Lebih abstraknya, sebuah masyarakat adalah suatu jaringan hubungan-hubungan
antar entitas-entitas. Masyarakat
adalah sebuah komunitas yang
interdependen (saling tergantung satu sama lain). Umumnya, istilah masyarakat
digunakan untuk mengacu sekelompok orang yang hidup bersama dalam satu
komunitas yang teratur.
Berdasarkan taraf
perkembangannya, masyarakat dapat digolongkan ke dalam 2 kelompok, yaitu:
1. Masyarakat
Sederhana
Dalam lingkungan
masyarakat sederhana (primitive), pola pembagian kerja cenderung dibedakan menurut
jenis kelamin. Pembagian kerja berdasarkan jenis kelamin ini nampaknya
berpangkal tolak dari latar belakang adanya perbedaan kemampuan fisik antara
pria dan wanita dalam menghadapi tantangan-tantangan alam yang buas pada saat
itu.
2. Masyarakat
Maju
Masyarakat maju
memiliki aneka ragam kelompok sosial, atau lebih dikenal dengan sebutan
kelompok organisasi kemasyarakatan yang tumbuh dan berkembang berdasarkan
kebutuhan serta tujuan tertentu yang akan dicapai. Dalam lingkungan masyarakat
maju, dibedakan lagi menjadi 2 kelompok, antara lain:
a.
Masyarakat Non-Industri
Secara garis besar,
kelompok ini dapat digolongkan menjadi 2 kelompok, yaitu kelompok primer dan
kelompok sekunder. Dalam kelompok primer, interaksi antaranggotanya terjadi lebih
intensif, lebih erat, dan lebih akrab. Kelompok ini disebut juga kelompok face
to face group. Sifat interaksi bercorak kekeluargaan dan lebih berdasarkan
simpati. Pembagian kerja atau pembagian tugas pada kelompok ini dititik
beratkan pada kesadaran, tanggung jawab para anggotanya dan berlangsung atas
dasar rasa simpati dan secara sukarela. Dalam kelompok sekunder terpaut
hubungan tidak langsung, formal, dan kurang bersifat kekeluargaan. Oleh karena
itu, sifat interaksi dan pembagian kerja, diatur atas dasar
pertimbangan-pertimbagnan rasional obyektif. Para anggota menerima pembagian
kerja atas dasar kemampuan/keahliannya masing-masing, disamping dituntut target
dan tujuan tertentu yang telah ditentukan.
b.
Masyarakat Industri
Pada kelompok
masyarakat ini, pembagian kerja didasarkan pada kepandaian/keahlian khusus yang
dimiliki anggotanya secara mandiri, sampai pada batas-batas tertentu. Sebagai
contohnya adalah tukang roti, tukang sepatu, tukang bubut, tukang las, dan lain
sebagainya.
A.MAKNA INDIVIDU
Manusia adalah makhluk individu. Makhluk individu
berarti makhluk yang tidak dapat dibagi dan tidak dapat dipisahkan antara jiwa
dan raganya. Para ahli psikologi modern menegaskan bahwa mnusia itu merupakan
suatu kesatuan jiwa raga yang kegiatannya sebagai keseluruhan, sebagai
kesatuan. Kegiatan manusia sehari-hari adalah keseluruhan jiwa raganya, bukan
hanya kegiatan alat-alat tubuh saja.
Pendapat lain bahwa manusia sebagai makhluk
individu, tidak hanya dalam arti makhluk keseluruhan jiwa raga, melainkan juga
dalam arti bahwa tiap-tiap orang itu merupakan pribadi (individu) yang khas
menurut corak kepribadiannya, termasuk kecakapan-kecakapan serta
kelemahan-kelemahannya. Kenyataan yang kita dapati dalam kehidupan sehari-hari
setiap individu berkembang sejalan dengan ciri-ciri khasnya, walaupun dalam
kehidupan yang sama.
Untuk menjadi suatu individu yang mandiri harus
melalui proses. Proses yang dilaluinya adalah proses pemantapan dalam pergaulan
di lingkungan keluarga pada tahap pertama. Karakter yang khas itu terbentuk
dalam lingkungan keluarga secara bertahap dan akan mengendap melalui
sentuhan-sentuhan interaksi : etika, estetika, dan moral agama. Sejak anak
manusia dilahirkan ia membutuhkan proses pergaulan dengan orang-orang lain
untuk memenuhi kebutuahan batiniah dan lahirniah yang membentuk dirinya.
B. MAKNA KELUARGA
Keluarga adalah kelompok promer yang paling penting
didalam masyarakat. Keluarga merupakan sebuah group yang terbentuk dari
hubungan laki-laki dan wanita, hubungan yang sedikit atau lama untuk
menciptakan dan membesarkan anak-anak. Jadi keluarga dalam bentuk yang murni
merupakan satu kesatuan sosial ini mempunyai sifat-sifat tertentu yang sama,
dimana saja dalam satuan masyarakat manusia.
Ada 5 macam sifat yang terpenting, yaitu hubungan suami
istri, bentuk perkawinan dimana suami istri diadakan dan dipelihara, susuanan
nama-nama dan istilah-istilah termasuk cara menghitung keturunan, milik dan
harta benda keluarga, dan pada umumnya keluarga itu tepat bersama/rumah
bersama.
C. MAKNA MASYARAKAT
Menurut R. Linton seorang ahli antropologi
mengemukakan bahwa masyarakat adalah setiap kelompok manusia yang telah cukup
lama hidup dan bekerjasama sehingga mereka itu dapat mengorganisasikan dirinya
dan berfikir tentang dirinya sebagai satu kesatuan sosial dengan batas
tertentu.
Masyarakat itu timbul dari setiap kumpulan individu,
yang telah cukup lama hidup dan bekerjasama dalam waktu lama. Kelompok manusia
yang dimaksud, belum terorganisasikan mengalami proses yang fundamental, yaitu
adaptasi dan organisasi dari tingkah laku para anggota, dan timbulnya perasaan
berkelompok secar a lambat laun atau lesprit de corps. Proses ini biasanya
bekeja tanpa disadari dan diikuti oleh semua anggota kelompok dalam
suasanatrial dan error.
Didalam hubungan antar manusia dengan manusia lain
yang penting adalah reaksi sebagai akibat dari hubungan tadi. Reaksi ini yang
menyebabkan hubungan manusia bertambah luas. Didalam memberikan reaksi
tersebut ada kecendrungan untuk menserasikan dengan tindakan orang lain. Hal ini
disebabkan manusia sejak lahir mempunyai 2 hasrat/ keinginan yaitu:
a. Keinginan
untuk menjadi satu dengan manusia lain disekelilingnya(yaitu masyarakat),
milieu sosial.
b. Keinginan
untuk menjadi satu dengan suasana sekelilingnya.
Untuk dapat menyesuaikan diri dengan kedua
lingkungan tersebut manusia menggunakan pikiran untuk dapat bertahan hidup dan
menyesuaikan dirinya dengan lingkungannya. Kesemuanya itu ditimbulkan
kelompok-kelompok sosial dalamkehidupan manusia, karena manusia tidak mungkin
hidup sendiri.
C.HUBUNGAN ANTARA INDIVIDU, KELUARGA,
DAN MASYARAKAT
Individu, keluarga,
dan masyarakat merupakan aspek-aspek sosial yang tidak bisa dipisahkan.
Ketiganya mempunyai keterkaitan yang sangat erat. Seperti yang telah diketahui
bersama bahwa tidak akan pernah ada keluarga tanpa ada individu. Demikian pula
dengan masyarakat yang tidak akan pernah terbentuk tanpa adanya individu dan
keluarga. Sementara di sisi lain, untuk mengembangkan eksistensinya sebagai
manusia, individu membutuhkan keluarga dan masyarakat sebagai media untuk
membentuk karakter dan mengekspresikan dirinya.
Lingkungan sosial yang
pertama kali dijumpai individu dalam hidupnya adalah lingkungan keluarga. Di
dalam keluargalah individu mengembang
kan kapasitas pribadinya. Di samping itu, melalui
keluarga pulalah individu bersentuhan dengan berbagai gejala sosial, dalam hal
ini adalah kehidupan bermasyarakat, dalam rangka mengembangkan kapasitasnya
sebagai anggota keluarga. Sementara itu, masyarakat merupakan lingkungan sosial
individu yang lebih luas daripada keluarga. Di dalamnya, individu
menjewantahkan apa saja yang sudah dipelajari dari lingkungan keluarganya.
SUMBER: http://choirul-amal.blogspot.com/2011/12/softskill-individu-keluarga-dan_8772.html#ixzz2EemHW4iq